Suka Pada Pandangan Pertama, Mitos atau Fakta?

Advertisement

Suka Pada Pandangan Pertama, Mitos atau Fakta?

Minggu, 31 Maret 2019



MASASIH.ID - Mungkinkah seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama? Pertanyaan ini memang terus bergulir dan masih menjadi fenomena. Jadi apakah fenomena seperti itu benar-benar ada?

Laman Psychologytoday melaporkan bahwa, pandangan sekilas sebenarnya dapat memberi banyak informasi. Informasi tersebut bisa akurat atau tidak. Studi telah menemukan, misalnya, bahwa dengan mengambil pandangan sekilas ke wajah seseorang, Anda dapat membuat keputusan sepersekian detik apakah dia dapat dipercaya atau tidak.

Ketika Kamu pertama kali tertarik pada seseorang, sering didasarkan pada penampilan fisik, dan penelitian menunjukkan bahwa Kamu dengan cepat tertarik pada orang yang mirip Kamu. Lalu apakah hal itu bisa menjadi lompatan dari daya tarik pada pandangan pertama ke perasaan cinta? Transisi ketertarikan ke cinta ini dapat dijelaskan oleh efek halo.

Efek Hallo
Efek hallo adalah fenomena yang kuat dimana Kamu membentuk kesan seseorang sebagai akibat dari atribut yang disimpulkan dari informasi konkret. Pada dasarnya, penilaian di suatu bidang dalam hal ini, memandang seseorang sebagai sesuatu yang menarik dapat memengaruhi keyakinan tentang orang tersebut pada atribut lain, seperti kepribadiannya.

Fenomena "apa yang indah itu baik" adalah jenis efek halo, di mana orang-orang yang cantik dinilai memiliki sifat kepribadian yang lebih disukai secara sosial, lebih mungkin untuk berhasil dalam pekerjaan mereka, dan diyakini sebagai mitra yang lebih baik .

Dari penilaian ketertarikan sepersekian detik ini, memiliki potensi menyimpulkan kualitas tentang orang yang akan menjadikan mereka pasangan yang baik dan seseorang yang mungkin akan Kamu cintai.

Artinya apa yang terjadi ketika Anda mengalami cinta pada pandangan pertama adalah bahwa Anda pikir Anda tahu lebih banyak tentang seseorang daripada yang sebenarnya Anda lakukan. Meskipun hal ini dapat menciptakan hubungan atau percikan instan, penting untuk meluangkan waktu mengenal orang tersebut dan membangun fondasi yang kuat untuk menciptakan hubungan yang tahan lama dan penuh cinta.

Pandangan Pertama adalah Hasrat Seksual

Dilansir dari Live Science, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Jurusan Psikologi Universitas Groningen di Belanda, yang Anda rasakan saat bertemu pertama kali mungkin bukan cinta melainkan hasrat seksual.

Penelitian ini dilakukan pada 500 pasangan, sebagian besar adalah pasangan heteroseksual (memiliki pasangan beda jenis kelamin), berkebangsaan Belanda dan Jerman, dan rata-rata berusia kurang lebih 20 tahun. Hasil riset ini ditulis dalam jurnal Personal Relationship.

Para peneliti ingin membuktikan, apakah seseorang benar-benar merasakan cinta pada pandangan pertama atau rasa cinta itu justru tumbuh setelah mereka membangun hubungan serius.

Mereka juga ingin mengetahui apakah yang disebut ‘naksir’ itu benar-benar karena cinta atau sekedar menyukai secara fisik. Ketika jatuh cinta, otak meresponsnya ditempat yang berbeda-beda, karena otak mengenali cinta yang tidak selalu sama.

Misalnya, cinta seorang ibu kepada anaknya tidak sama dengan cintanya kepada suaminya. Begitu pun ketika kita benar-benar jatuh cinta dan hanya menyukai secara fisik. Ketika seseorang jatuh cinta pada pasangannya dengan begitu dalam, otak akan mengeluarkan dophamine dan oksitosin, dua hormon yang membuat kita bahagia.

Anehnya, bagian otak yang aktif ketika Kamu jatuh cinta sama halnya dengan kondisi ketika Kamu ketagihan kokain. Jadi, memang cinta itu membuat Anda ketagihan. Peneliti menguji pasangan muda-mudi yang mengaku sedang jatuh cinta ini dengan meminta mendeskripsikan sendiri apa artinya 'ketertarikan fisik', 'intimasi', 'hasrat', dan 'komitmen'.

Hasilnya, ternyata jawaban mereka lebih banyak berhubungan dengan rasa suka secara fisik daripada rasa suka secara emosional. Bahkan, mereka yang sudah menjalin huhungan lama kesulitan mendeskripsikan apa sebenarnya yang mereka rasakan ketika pertama kali menyukai pasangannya itu.

Fakta unik lainnya dari penelitian ini yaitu, pria dilaporkan lebih banyak mengalami 'cinta pada pandangan pertama' daripada wanita. Dan bila mengacu pada penelitian ini, itu berarti, pria bisa langsung menyukai fisik wanita ketika baru pertama kali melihatnya.

Jadi, penelitian ini menyimpulkan jika apa yang orang-orang anggap sebagai 'cinta pada pandangan pertama' itu sebenarnya adalah rasa suka atau ketertarikan yang besar. Cinta baru tumbuh setelah kedua sejoli membangun hubungan dan saling mengenal satu sama lain.


Demikianlah Artikel Suka Pada Pandangan Pertama, Mitos atau Fakta?

Sekianlah artikel Suka Pada Pandangan Pertama, Mitos atau Fakta? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Suka Pada Pandangan Pertama, Mitos atau Fakta? dengan alamat link https://www.techburger.me/2019/03/suka-pada-pandangan-pertama.html